Assalamu'alaikum 👋
Mukim di Temanggung. Sejak tamat SMA (2010) hidup dari internet — membuat website. Mulai 2019 fokus ke periklanan, dan sejak November 2024 serius membangun brand.
Saya Nanta Satria (Abu Nabil), mukim di Temanggung. Sejak tamat SMA di 2010, saya terjun ke dunia website dan menjadikannya sumber nafkah.
Tahun 2019, saya mulai fokus ke periklanan — menggarap beragam produk seperti buku, herbal, dan madu — dengan pendekatan cepat sesuai tren saat itu.
Memasuki November 2024, saya memilih jalur branding yang lebih berkelanjutan. Salah satu fokusnya adalah Madu Al-Ausath. Dari banyak eksperimen, lahir framework kerja yang rapi: SOP CS & CRM, landing page konversi, hingga sistem pengiriman yang diawasi ketat.
Bagi saya, mental adalah kunci. Siapkan "uang dingin" untuk belajar — patokan amannya Rp100 juta. Berpikir jangka panjang, konsisten produksi konten sampai menemukan winning, lalu scale dengan data yang kuat.
Dari dunia web ke iklan, hingga branding berkelanjutan.
Belajar & produksi website sejak tamat SMA. Hidup dari internet.
Menjual buku, herbal, madu — pendekatan cepat & oportunistik.
Membangun merek Madu Al-Ausath secara serius dengan SOP rapi.
Kinerja meningkat. Bersiap memperluas ke lini produk herbal lainnya.
Ritme konten, angle kreatif, UGC — uji terus sampai menemukan winning.
Copy tajam, struktur rapi, siap A/B testing & integrasi pixel.
Script, objection handling, segmentasi, follow-up & retensi.
Tracking rapi, SLA dijaga, kecepatan & kepuasan jadi prioritas.
Kumulatif dari beragam percobaan, creative, dan audiens.
Saat valid, scale ke 3–10 juta/hari bertahap.
Fase awal: bertahan & kumpulkan data. Profit digenjot dari repeat.
Angka bersifat estimasi & fleksibel menyesuaikan kebutuhan brand Anda.
Patokan aman uang dingin untuk belajar: ±Rp100 juta. Berpikir jangka panjang, validasi sebelum scale, jaga kualitas fulfillment.
Konsultasi, audit landing page, atau merancang strategi dari nol. Domisili Temanggung — siap koordinasi jarak jauh.
Respon < 1 jam di jam kerja